Manusia Biasa …

9 January 2008

Penantian Makhluk [Manusia]

Filed under: Islam,Kuliah,Tidak terkategori — rachlax @ 6:46 am

Berawal dari pesan/status pada meebo yang berisi: “menunggu dan masih terus akan menunggu”, ternyata ada yg bertanya2, “Siapa sih yg ditunggu?”

Ha..ha..ha..akhirnya bisa juga bikin org lain penasaran.

Oke deh..kali ini coba dibocorin sedikit, siapa yg ditunggu.

[khusus buat saya]

Pertama: Nilai akhir DDP (sebelumnya udah ada tapi semester ini lagi “dicuci”)

=> Alhamdulillah akhirnya dari C jadi A

Kedua: Nilai akhir KP (ketika pesan diatas ditulis nilainya masih bersifat sementara)

=> Akhirnya dari A- jadi tetap A-

Ketiga: Wisuda S1

=> Menurut jadwal sih 2 Februari 2008

[untuk kita semua]

Kita semua seharusnya sudah tau dan harus meyakini bahwa ada empat hal yg sudah ditentukan/direncanakan oleh “Pemilik Sejati” alam semesta beserta segala isinya kepada kita sebagai makhluk, khususnya manusia, sebagaimana Nabi Muhammad SAW bersabda:

Sesungguhnya seseorang itu diciptakan dalam perut ibunya selama 40 hari dalam bentuk nuthfah, 40 hari menjadi segumpal darah, 40 hari menjadi segumpal daging, kemudian Allah mengutus malaikat untuk meniupkan ruh ke dalamnya dan menuliskan empat ketentuan, yaitu tentang rezekinya, ajalnya, amal perbuatannya, dan (jalan hidupnya) sengsara atau bahagia.”

(HR.Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Mas’ud)

Pertama: Rezeki

Bukan berarti rezeki yg sudah kita dapatkan selama ini adalah sudah “mentok”. Jangan merasa puas dgn keadaan kita saat ini tapi juga jgn sombong dan serakah, terus berusaha menjemput rezeki kita yg sudah ditentukan meski kita tak tau besar, dalam bentuk apa dan kapan waktunya.

Kedua: Ajal

Untuk ketentuan yg satu ini kita tidak bisa melakukan negoisasi waktunya kapan dan dimana kita menemuinya. So, mari kita berhati-hati dalam setiap aktivitas kita!

Ketiga: Amal perbuatan

Kita tau bahwa manusia punya kelebihan dibanding makhluk yg lainnya, yaitu diberi akal. Untuk menguji akal tersebut, Allah pun sudah memberikan pilihan 2 jalan kepada manusia, fujur dan taqwa (Q.S Asy-Syams:8). Nah inilah yg seharusnya kita gunakan untuk memilah aktivitas/jalan mana yg dapat bermanfaat bagi kita dan org2 disekitar kita.

Keempat: Jalan hidup/Nasib (bahagia atau sengsara)

kita pun tidak boleh pasrah/menyerah dengan keadaan kita saat ini. Misal, seorang pencopet jgn pernah merasa bahwa dirinya akan terus menjadi pencopet atau bahkan seorang jutawan jgn pernah merasa bahwa dirinya akan selalu berada diatas dgn ke-jutawan-annya. Bisa jadi dari kedua contoh tersebut berbeda/bertukar nasibnya diakhir hidupnya. Masih inget kisah seorang pelacur yg masuk surga karena memberi minum seekor anjing kan? So, mari kita terus berjuang memperbaiki nasib.

Jadi, mari kita sadari bahwa ternyata masih banyak yg kita tunggu, tapi bukan berarti tinggal berdiam diri saja selama “menunggu penantian” tersebut.

[pesan singkat]

Terakhir, satu lagi yg ditunggu dan tidak disebutkan diatas adalah masih menunggu seseorang yg akan menemani perjuangan mulia dan untuk memperbaiki nasib, serta tujuan yg mulia, baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Ya Allah…

berikanlah hamba pasangan hidup yg cantik, se-Iman, solehah, kaya, dan dari keturunan yg baik, serta dapat bersama-sama mengarungi kehidupan ini sesuai dengan syariat-Mu agar kelak kami mendapatkan keridhoan dan rahmat dari-Mu untuk dimasukkan kedalam Jannatun Na’im.

Amiiin…

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: